Warga Keluhkan Infrastruktur dan Minimnya Penerangan, Abdul Rasid Soroti Layanan Dasar di Tenggarong

img

Ilustrasi penerangan umum. (Istimewa)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Rangkaian reses Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, kembali diwarnai keluhan dasar dari warga Kecamatan Tenggarong. Dalam kunjungan ke tiga titik, termasuk Mangkurawang dan Bendang Raya, masyarakat menyuarakan persoalan yang sama: rusaknya infrastruktur serta minimnya penerangan jalan.

“Intinya yang banyak disampaikan warga itu berkaitan dengan infrastruktur,” ujar Rasid, beberapa waktu lalu.

Selain jalan lingkungan, warga menilai banyak titik masih gelap, terutama di kawasan Gunung Uang hingga jalur dua. Kondisi ini membuat warga enggan beraktivitas di malam hari karena alasan keamanan.

“Masyarakat banyak minta bagaimana lampu jalan itu bisa terpenuhi sampai jalur dua,” ucap Rasid.

Namun ia menekankan bahwa masalah penerangan tidak berdiri sendiri. Warga berharap ketersediaan listrik stabil, karena seluruh kebutuhan rumah tangga—mulai dari kulkas hingga alat elektronik lain—bergantung pada pasokan listrik yang layak.

“Kulkas sampai kebutuhan listrik yang lain, semua itu kan bergantung listrik. Jadi bukan cuma lampu saja,” jelasnya.

Keluhan serupa kembali muncul di Bendang Raya. Meski sejumlah warga meminta tambahan titik lampu termasuk lampu sunset, Rasid menilai prioritas sebenarnya ada pada ketersediaan listrik yang benar-benar stabil.

“Bukan hal itu yang terpenting. Bagaimana listriknya ini bisa benar-benar dimanfaatkan,” tambahnya.

Menurut Rasid, semua masukan warga menggambarkan bahwa layanan dasar seperti infrastruktur dan listrik masih membutuhkan perhatian lebih serius. Hal ini penting untuk mendukung kegiatan ekonomi kecil rumahan yang sangat bergantung pada akses listrik yang stabil.

DPRD memastikan seluruh aspirasi akan dibawa untuk dibahas bersama perangkat daerah terkait. Bersama pemerintah daerah, kebutuhan yang bersifat mendesak akan diprioritaskan dalam perencanaan pembangunan berikutnya.

“Usulan-usulan masyarakat ini tetap kita tampung. Nanti kita lihat prioritasnya, karena memang banyak yang dibutuhkan warga,” ucapnya.

Rasid berharap kebutuhan dasar ini bisa masuk dalam siklus pembangunan mendatang agar masyarakat benar-benar merasakan perbaikan layanan.

“Kita ingin masyarakat dapat manfaat langsung. Jadi apa yang mendesak, itu yang akan kita dorong,” tutupnya.